• genbijambibi@gmail.com
  • 089627896750
News Photo

Talkshow Mindful Generation Ajak Generasi Muda Jambi Kelola Stres di Tengah Dunia yang Serba Cepat

GenBI Provinsi Jambi hadir dalam Talkshow Mindful Generation: Finding Balance in a Fast-Paced World yang digelar pada Minggu, 6 September 2026, pukul 09.30–12.00 WIB di Museum Sriwijaya Dharmakirti, Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi. Talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian Gentala Arasi 2026, Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi Jambi, yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi.

Acara dibuka oleh pembawa acara (MC) Ahmad Solihin dan Tifany Anggina, yang memandu jalannya talkshow dari awal hingga akhir. Kehadiran GenBI Jambi turut mewarnai antusiasme peserta yang datang untuk belajar bersama menemukan keseimbangan hidup di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi digital.

Pembawa acara (MC) Ahmad Solihin membuka jalannya Talkshow Mindful Generation di Museum Sriwijaya Dharmakirti.
Pembawa acara (MC) Ahmad Solihin membuka jalannya Talkshow Mindful Generation di Museum Sriwijaya Dharmakirti.

Talkshow ini menghadirkan Adjie Santosoputro, Praktisi Mindfulness dan Kesehatan Mental, sebagai satu-satunya narasumber. Sejak kedatangannya, suasana ruangan langsung hidup dengan sesi perkenalan yang santai sekaligus mengundang antusiasme peserta yang memenuhi tempat duduk.

Adjie Santosoputro (kanan), Praktisi Mindfulness dan Kesehatan Mental, berbincang santai dengan MC sesaat setelah tiba di lokasi acara.
Adjie Santosoputro (kanan), Praktisi Mindfulness dan Kesehatan Mental, berbincang santai dengan MC sesaat setelah tiba di lokasi acara.

Talkshow dibuka dengan permainan perhitungan angka yang mengajak peserta untuk belajar tidak tergesa-gesa. Melalui permainan sederhana ini, Adjie menekankan bahwa banyak hal yang justru terlewat ketika seseorang terlalu terburu-buru, sehingga membuat seseorang menjadi sulit untuk bersyukur. Ia menegaskan bahwa mindfulness dapat menjadi salah satu skill penting untuk mengatasi stres dan kecemasan di tengah ritme hidup yang serba cepat.

“Hidup adalah perjalanan untuk belajar,” ujar Adjie Santosoputro di hadapan peserta.

Dalam pemaparannya, Adjie menjelaskan bahwa setiap emosi yang dialami manusia, baik sedih, marah, bahagia, kecewa, cemas, maupun khawatir, umumnya direspons dengan salah satu dari empat reaksi, yaitu melampiaskan, menekan atau memendam, mengalihkan, dan reframing. Ia menekankan pentingnya memahami dasar penanganan masalah kesehatan mental, salah satunya melalui P3K Mental (Pertolongan Pertama pada Kesehatan Mental), sebelum akhirnya berkonsultasi kepada tenaga profesional apabila diperlukan.

“Bulan September adalah bulan Suicide Prevention Month (Bulan Pencegahan Bunuh Diri), mari lebih berani hidup,” tutur Adjie mengingatkan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental.

Sesi dilanjutkan dengan pemutaran video bertema mindfulness yang menampilkan momen-momen berharga dalam keluarga. Video tersebut menyampaikan pesan bahwa secanggih apapun teknologi, tidak akan pernah bisa menggantikan sosok seorang ibu maupun dengan cinta yang tulus apa adanya hal tersebut mengajarkan kita bahwa kehadiran fisik itu sangat penting. Adjie juga mengajak peserta untuk melatih kesadaran dan relaksasi, mengingat pola pikir yang terus-menerus tanpa jeda dapat berpengaruh pada kesehatan mental seseorang.

Materi kemudian membahas konsep three-parted brain, yang menjelaskan bagaimana otak manusia bekerja dalam merespons situasi sehari-hari. Dari pembahasan tersebut, Adjie menegaskan bahwa mindfulness pada dasarnya adalah kesadaran untuk hadir secara utuh, baik dalam pikiran maupun tindakan, pada setiap momen yang sedang dijalani.

Adjie Santosoputro memaparkan materi mengenai konsep three-parted brain kepada peserta talkshow.
Adjie Santosoputro memaparkan materi mengenai konsep three-parted brain kepada peserta talkshow.

Menanggapi pertanyaan MC mengenai bagaimana cara mengetahui kondisi diri yang sedang tidak baik-baik saja, Adjie menjelaskan bahwa masalah kesehatan mental memiliki spektrumnya masing-masing, sehingga penting bagi setiap orang untuk lebih peka terhadap kondisi dirinya sendiri.

Talkshow turut diramaikan dengan sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Genta dari GenBI Jambi, menyampaikan pertanyaan mengenai cara mengatasi kecemasan saat melihat progres teman-teman sebaya yang dirasa sudah lebih maju. Menanggapi hal tersebut, Adjie mengingatkan agar peserta tidak membandingkan hidupnya dengan orang lain maupun berpatokan pada media sosial, melainkan fokus pada diri sendiri beserta segala kondisinya. Ia menambahkan bahwa rasa cemas adalah hal yang wajar selama masih berada dalam batasannya, namun apabila sudah mengarah pada reaksi yang agresif, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Menutup sesi talkshow, Adjie Santosoputro menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, terlebih di tengah maraknya berbagai kejadian terkait kesehatan mental belakangan ini. Ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan mentalnya sebaik mungkin serta belajar untuk lebih ramah kepada diri sendiri.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada peserta yang mengajukan pertanyaan selama sesi tanya jawab berlangsung. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama narasumber dan tamu undangan, sebelum akhirnya talkshow resmi ditutup oleh MC.

Pemberian hadiah kepada salah satu peserta yang aktif bertanya dalam sesi tanya jawab.
Pemberian hadiah kepada salah satu peserta yang aktif bertanya dalam sesi tanya jawab.

Melalui Talkshow Mindful Generation ini, GenBI Provinsi Jambi berharap generasi muda Jambi semakin memahami pentingnya kesehatan mental dan mampu menemukan keseimbangan hidup di tengah dunia yang serba cepat, sejalan dengan semangat literasi dan ekonomi digital yang diusung dalam rangkaian Gentala Arasi 2026.

Share This News

Comment

Mau lebih tau tentang GenBI Jambi? Hubungi saja kontak kami