GenBI Provinsi Jambi ikut menghadiri Talkshow Eksklusif pada Jumat, 04 September 2026 di Museum Sriwijaya Dharmakirti Jambi. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian GENTALA ARASI 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi dan diikuti oleh pelajar, mahasiswa, serta generasi muda Jambi yang antusias mengikuti jalannya diskusi.
Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Yanto HM Manurung, S.S., M.Hum., Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi, Sani Eka Duta, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, serta Prof. Dr. Johannes, S.E., M.Si., Guru Besar Universitas Jambi. Kehadiran ketiga narasumber menghadirkan sudut pandang yang beragam dan memperkaya pembahasan mengenai museum, sejarah, kebudayaan, hingga perkembangan ekonomi digital.

Dalam pemaparannya, para narasumber mengajak peserta untuk melihat museum dari perspektif yang lebih luas. Museum tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda-benda peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenal, memahami, dan menyampaikan cerita tentang perjalanan suatu peradaban. Keberadaan museum menjadi penting dalam menjaga hubungan antara generasi saat ini dengan berbagai warisan yang telah ada sejak masa lalu.
Bagi generasi muda, museum juga dapat menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman berbeda. Berbagai peninggalan yang tersimpan di dalamnya bukan sekadar benda bersejarah, tetapi memiliki cerita dan nilai yang dapat memberikan pemahaman mengenai kehidupan masyarakat pada masa sebelumnya. Dengan mengenal sejarah, generasi muda dapat semakin memahami identitas serta kekayaan budaya yang dimiliki daerahnya.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, cara masyarakat dalam memperoleh informasi juga terus mengalami perubahan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi museum dan sektor kebudayaan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memperkenalkan berbagai informasi sejarah kepada masyarakat secara lebih luas. Kehadiran teknologi dapat membuat sejarah dan budaya menjadi lebih dekat dengan kehidupan generasi muda yang akrab dengan dunia digital.
Pembahasan dalam talkshow juga memberikan gambaran bahwa perkembangan ekonomi digital tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan teknologi, tetapi dapat bersinggungan dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk sejarah dan kebudayaan. Pemanfaatan ruang dan media digital secara tepat dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga agar cerita, nilai, dan warisan budaya tetap dikenal di tengah perubahan zaman.

Melalui talkshow ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai pentingnya museum dan pelestarian budaya, tetapi juga diajak untuk melihat adanya peluang dalam menghubungkan warisan masa lalu dengan perkembangan masa kini. Sejarah bukan sesuatu yang hanya tersimpan di dalam museum, melainkan dapat terus dikomunikasikan dan dikenalkan melalui berbagai pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian GENTALA ARASI 2026 yang mengangkat semangat literasi dan ekonomi digital di Jambi. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan generasi muda semakin tertarik untuk mengenal sejarah dan budaya, sekaligus mampu memanfaatkan perkembangan digital secara positif agar warisan peradaban tetap hidup, dikenal, dan memiliki makna bagi generasi yang akan datang.
Share This News