JAMBI – Anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI) Provinsi Jambi, Nurpadilah Panjaitan, meraih empat prestasi di tingkat regional, nasional, dan internasional pada 2026. Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam angkatan 2023 itu menjadi juara dalam tiga kompetisi hukum dan tampil sebagai pemakalah di sebuah konferensi internasional.

Prestasi pertama diraih pada National Legal Opinion Gusdur Law Competition yang diselenggarakan Kelompok Studi Mahasiswa Peradilan Semu (KSM PS) Fakultas Syariah UIN Syeikh Abdurrahman Wahid Pekalongan. Bersama timnya, Nurpadilah meraih gelar Juara Terbaik 4. Kompetisi yang berlangsung pada 15 Juni sampai 22 Juli 2026 itu diikuti 63 delegasi dari 33 kampus di Indonesia.
Juara 1 diraih Universitas Brawijaya, juara 2 Universitas Gadjah Mada, dan juara 3 Universitas Islam Indonesia. Nurpadilah mengaku bangga karena timnya bisa bersaing dengan kampus-kampus besar, termasuk beberapa perguruan tinggi negeri ternama yang tidak lolos ke final. Prestasi kedua adalah tampil sebagai presenter pada 10th International Conference on Islamic Studies (ICONIS) 2026 yang diselenggarakan Universitas Islam Madura pada 9 September 2026. Nurpadilah dan seorang rekannya menjadi presenter termuda dalam ruang Zoom yang sebagian besar diisi dosen.
Prestasi ketiga diraih pada Debat Konstitusi dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) IV PTKIN se-Sumatera yang diselenggarakan UIN Raden Fatah Palembang. Timnya meraih juara 2 setelah melalui perdebatan yang panjang. Dalam tim tersebut, Nurpadilah bertindak sebagai ketua. Prestasi keempat adalah juara 3 International Legal Opinion Competition yang digelar dalam Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lomba ini berlangsung pada 27 Agustus sampai 6 Oktober 2026. Pada babak final di Yogyakarta, peserta juga mengikuti seminar bersama Prof. Jimly Asshiddiqie, guru besar hukum Universitas Indonesia.
“Rasanya mantap sekali. Bisa mendapat ilmu langsung dari Prof. Jimly di Yogyakarta adalah pengalaman yang sangat berharga,” kata Nurpadilah. Ia mengaku mendapat dukungan dari rekan satu tim, keluarga, dan saudaranya, Syahwa Sofia. Menurutnya, rasa percaya diri dan keyakinan terhadap argumentasi yang disampaikan menjadi faktor penting dalam setiap kompetisi. Nurpadilah merasa capaian ini belum cukup. Ia ingin terus belajar dan berlatih agar kelak bisa meraih posisi tertinggi, dan berharap pengalaman dari berbagai lomba yang diikutinya dapat menjadi bekal ke depan.
Share This News