JAMBI — Nisya Unnajah, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi angkatan 2023 sekaligus anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jambi, berhasil meraih Silver Medal dalam Lomba Esai Tingkat Nasional pada ajang SORE 2 (Scientific, Olympiad, Research and Essay). Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Pusat Riset Siswa, Mahasiswa dan Akademisi (PRISMA) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan Universitas Gadjah Mada pada 29–30 Agustus 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Nisya bersama tim mengangkat karya esai berjudul “SWARNA (Smart Tourism Ecosystem): Ekosistem Pariwisata Digital Inklusif Berbasis Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Transformasi Ekonomi dan Pelestarian Budaya di Wilayah 3T Indonesia.” Karya ini berfokus pada pengembangan konsep pariwisata digital yang inklusif dengan memanfaatkan kearifan lokal untuk mendorong transformasi ekonomi sekaligus menjaga kelestarian budaya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia.

Melalui gagasan tersebut, Nisya dan tim berupaya menawarkan pendekatan pengembangan pariwisata yang tidak hanya memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memperhatikan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. Konsep SWARNA diharapkan dapat mendukung promosi destinasi wisata, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, serta menjaga identitas budaya daerah di tengah perkembangan teknologi.
Menghadapi Tantangan dan Membangun Kepercayaan Diri, Dalam proses persiapan kompetisi, Nisya dan tim menghadapi tantangan berupa rasa kurang percaya diri ketika melihat penampilan dan persiapan peserta lain yang terlihat sangat matang. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk tetap yakin terhadap gagasan yang dibawa.Untuk mengatasi hal tersebut, tim melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari, rutin berlatih presentasi, serta saling memberikan afirmasi positif. Upaya ini dilakukan agar setiap anggota tim tetap percaya diri, mampu mengelola rasa gugup, dan fokus menyampaikan gagasan dengan maksimal.
Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa persiapan yang konsisten, kerja sama, dan dukungan antartim merupakan bagian penting dalam menghadapi kompetisi. Rasa kurang percaya diri tidak harus menjadi penghalang, tetapi dapat dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki kemampuan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik.

SWARNA sebagai Gagasan Pariwisata Digital Inklusif, Menurut Nisya, salah satu faktor yang menjadi kekuatan karya mereka adalah kemampuan menghubungkan isu pariwisata dengan transformasi ekonomi digital dan pelestarian budaya, khususnya di wilayah 3T Indonesia.
“Kami tidak hanya mengangkat isu pariwisata, tetapi menghubungkannya dengan transformasi ekonomi digital dan pelestarian budaya di wilayah 3T, yang saat ini menjadi perhatian nasional. Konsep yang kami tawarkan berbasis kearifan lokal, memiliki keberpihakan pada masyarakat, didukung data yang kuat, serta disampaikan dengan alur tulisan yang sistematis dan argumentatif,” jelasnya.
Gagasan tersebut menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisata. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan promosi destinasi, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi daerahnya secara lebih luas tanpa mengabaikan nilai budaya yang telah diwariskan.
Dukungan Berbagai Pihak Menjadi Penyemangat, Keberhasilan Nisya dan tim tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak selama proses penyusunan karya hingga mengikuti kompetisi. Nisya menyampaikan apresiasi kepada Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Wakil Rektor III UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Bendahara FEBI, serta orang tua yang telah memberikan dukungan.
Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi Nisya untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berani mengikuti berbagai kesempatan yang dapat meningkatkan kapasitas dirinya. Baginya, pencapaian ini bukan hanya tentang memperoleh penghargaan, tetapi juga tentang proses belajar, kerja sama, dan keberanian untuk menguji gagasan melalui kompetisi.
Berharap Gagasan SWARNA Dapat Direalisasikan, Ke depan, Nisya berharap gagasan SWARNA tidak berhenti sebagai karya dalam kompetisi, tetapi dapat dikembangkan dan diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang realistis.
Ia ingin memulai dari upaya sederhana yang dapat mendukung pengembangan pariwisata digital berbasis kearifan lokal. Dengan proses yang berkelanjutan, gagasan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, membantu memperkenalkan potensi wisata daerah, serta mendukung pelestarian budaya di wilayah 3T Indonesia.
Pencapaian Silver Medal dalam SORE 2 menjadi salah satu pengalaman penting bagi Nisya untuk terus mengembangkan potensi akademik dan kemampuan menulis ilmiah. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa gagasan yang berangkat dari persoalan masyarakat, disusun secara sistematis, dan didukung data dapat menjadi langkah awal untuk menawarkan solusi terhadap tantangan pembangunan.
Melalui pencapaian tersebut, Nisya diharapkan terus berani mengembangkan ide, memperluas pengalaman, dan berkontribusi melalui karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Prestasi ini juga menjadi bagian dari semangat mahasiswa untuk terus belajar, berkarya, dan menghadirkan gagasan yang relevan bagi pembangunan Indonesia.
Share This News