KPw BI Provinsi Jambi Dorong Penguatan UMKM melalui Diseminasi Kajian di KCBN Muarajambi
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jambi menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM Desa Pendukung Wisata Budaya Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi, yang berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM yang terintegrasi dengan sektor pariwisata budaya, khususnya di kawasan KCBN Muarajambi yang memiliki nilai historis sekaligus potensi ekonomi yang besar. Dalam pelaksanaannya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi bekerja sama dengan International Trade Analysis and Policy Studies (ITAPS) Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam menyusun kajian terkait dampak ekonomi pengembangan UMKM desa pendukung kawasan wisata budaya tersebut.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan arah kebijakan pengembangan kawasan wisata budaya serta pemberdayaan UMKM desa penyangga kawasan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Kami berharap melalui diseminasi dan diskusi nantinya dapat memperkaya perspektif kita bersama. Masih banyak pertanyaan yang mungkin nanti akan dijelaskan oleh peneliti, antara lain bagaimana strategi terbaik untuk mengintegrasikan pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata budaya ke kawasan KCBN Muarajambi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan branding destinasi serta pelestarian nilai budaya menjadi hal penting agar pengembangan ekonomi kawasan tetap berjalan selaras dengan nilai-nilai budaya yang ada.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Muktamar Hamdi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KCBN Muarajambi merupakan salah satu kawasan cagar budaya terluas di Asia Tenggara yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara optimal.
“Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan hasil rumusan yang diperoleh dapat menjadi bahan bagi Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dalam merumuskan program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya UMKM di sekitar kawasan,” ujarnya.
Selain sesi sambutan, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan hasil kajian oleh tim peneliti, serta diskusi yang melibatkan akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM dalam membahas strategi pengembangan kawasan KCBN Muarajambi.
Kegiatan diseminasi ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, UMKM, serta mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi kawasan KCBN Muarajambi sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Jambi.
Penulis : Lisa Ardila
Editor : Nadia Syahira
Share This News